Asus ROG Phone Ketika Harga dan Spesifikasi Berbanding Lurus

Banyak orang penasaran dengan Asus ROG Phone, apalagi kalau bukan tentang harga dan spesifikasi yang diusungnya. Didapuk sebagai smartphone Android yang dirancang khusus untuk para gamer, Asus ROG Phone terlihat begitu seksi.

Dari tampilan luarnya yang sangar, gahar, kasar, dan tidak malu-malu tampil begitu manly, kemudian spesifikasi yang membuat smartphone lain yang mengaku-aku ‘gaming’ jadi terasa ‘cupu’, sampai harganya yang bisa membuat banyak orang cuman bisa meneteskan air (terserah, mau air mata atau air liur….)

Smartphone telah menjadi barang keseharian yang begitu utama, hingga kalau dia ketinggalan atau ketlingsut, pemiliknya akan melupakan semua hal yang lain. Fungsinya yang luar biasa banyak, membuatnya menjadi bagian yang sulit sekali dipisahkan dari kehidupan – kayaknya – semua orang.

Dan begitulah, smartphone dirancang untuk membawa sebanyak mungkin fungsi yang dibutuhkan pengguna. Mulai dari fungsi dasarnya – berkomunikasi, memutar musik, menjepret foto dan merekam video, menyimpan catatan, mengedit file pekerjaan, alarm, pengingat janji, melakukan perhitungan, lampu senter, bermain game, dll, (emmm, terlalu banyak kalau mau ditulis semua kan?)

Dan itu sebabnya, memiliki smartphone dengan kemampuan yang sangat banyak seperti itu menjadi hal yang diimpikan dan dengan mudah diwujudkan semua orang. Harga smartphone kelas menengah 2 sampai 3 jutaan saja sudah luar biasa bagusnya….

hNah, yang kemudian menjadi menarik, adalah tumbuhnya pasar yang semakin spesifik. Dan yang sekarang terlihat paling menonjol adalah pasar smartphone khusus untuk main game.

Inilah yang dilakukan Asus dengan merilis Asus ROG Phone yang hadir dengan spesifikasi dan harga yang – kalau buat dee-nesia – memunculkan pertanyaan, ini serius-kah?

Jika selama ini smartphone bikinan Asus dikenal dengan spesifikasi bersaing dan harga terjangkau, maka dengan Asus ROG Phone ini, image Asus dengan jajaran Zenfone-nya, akan menjadi berbeda. Zenfone dan ROG Phone ini berada di kelas yang berbeda. Jauh.

Spesifikasi Asus ROG Phone

  • SoC: Snapdragon 845 @ 2.96GHz
  • RAM: 8GB LPDDR4X
  • Storage: 128/512GB
  • Layar: 6.0-inch 2160 x 1080 90Hz AMOLED
  • Baterai: 4,000mAh w/ QC4.0 support
  • Kamera: 12MP OIS f/1.8 & 8MP wide rear, 8MP f/2.0 front
  • OS: Android 8.1
  • Dimensi: 158.83 x 76.16 x 8.65 mm
  • Berat: 200g
  • Harga: $900 – $1100

Desain dan spesifikasi Asus ROG Phone

Bagian Bawah Asus ROG Phone
Bagian Bawah Asus ROG Phone

Seperti yang biasa kita kenal, hardware dengan embel-embel ‘gaming‘ memiliki desain yang khas: material berbahan kelam, sudut yang tegas, tambahan aksen warna mencolok, lengkap dengan tambahan cahaya pelangi.

Kita melihat rata-rata desain seperti ini di laptop gaming dan juga PC gaming. Dan sekarang, anda juga melihat bahasa desain yang sama pada Asus ROG Phone.

Kita bisa melihatnya di sisi depannya. Mulai dari sudut-sudutnya dan juga grille speaker berwarna tembaga. Tetapi sebenarnya desain ‘gaming‘ Asus ROG Phone ini lebih banyak bisa kita lihat di bagian belakangnya.

Berkat bahan campuran gelas dan komposit, anda bisa melihat bentuk-bentuk seperti jalur tembaga di PCB, scanner sidik jari dengan pinggiran enam sisi, dan juga logo ROG dari LED yang ditempatkan persis ditengah.

Tidak hanya tampangnya yang membuat Asus ROG Phone ini tidak biasa. Serangkaian fitur dan penempatan komponennya juga aneh, seperti tidak peduli dengan bagaimana pada umumnya ditempatkan.

Contoh paling jelasnya adalah penempatan port USB yang tidak ditengah sisi bawah, port USB Type-C utama diletakkan di sisi kiri dengan sisi kanan ditempati oleh jack headphone 3.5 inci. Apa-apa’an ini???

Tidak ada yang salah dengan itu sih sebenarnya, hanya saja, pasti akan butuh waktu untuk terbiasa. Sehingga, untuk hari-hari pertama menggunakannya, anda harus ekstra hati-hati ketika menancapkan colokan untuk mengisi baterainya.

Dan jangan kaget ketika anda melihat bahwa Asus ROG Phone ini memiliki port kedua yang ditempatkan di sisi kiri badannya.

Untuk apa?

Port kedua ini didesain untuk dipasangi asesoris tambahan – dan salah satu asesoris yang ada di paket penjualan Asus ROG Phone, adalah AeroActive Cooler.

Kalau diperhatikan, kedua port ini adalah port USB Type-C, yang membedakan adalah warna oranye – untuk mengingatkan pengguna bahwa anda harus menggunakan colokan yang satunya untuk fungsi normal seperti charging dan menghubungkannya ke laptop atau PC.

Kita akan bicarakan AeroActive Cooler nanti, masih kepingin nulis bahwa desain port ekspansi ini aneh.

Ketika tidak digunakan, ada tutup karet yang memang disediakan, – percayalah, memang ini adalah keharusan. Port ekspansi yang tampak terbuka banget ini tentu saja akan dengan mudah kemasukan debu dan kotoran.

Asus menyertakan sampai tiga karet penutup, tidak cukup satu.

Ok, ini hal bagus.

Meski ujungnya, kita bisa menyimpulkan bahwa Asus sendiri paham benar, bahwa pengguna akan kehilangan karet penutup ini satu per satu sampai tidak tersisa.

Harusnya sih ada mekanisme yang lebih efektif untuk karet penutup ini. Kan?

Di atas port ekspansi ini, anda bisa menemukan SIM tray. Ok, Asus ROG Phone ini mendukung dual-SIM, yang sayangnya bersifat hybrid. Jadi, kalau tidak mau mengalami kegalauan ketika memilih menghidupi kartu SIM atau kartu microSD, silahkan ambil Asus ROG Phone versi 512GB.

Untuk pengguna yang bukan gamer, versi internal 128GB sebenarnya sudah lebih dari cukup. Tapi apa gunanya beli Asus ROG Phone kalau tidak untuk menghajarnya dengan install dan main game sampai maksimal? Kan?

Tetapi meski ada ketidaknyamanan karena slot kartu seluler hybrid ini, ada satu hal lagi yang sepertinya akan membuat pengguna bakal nyaman banget ketika bermain game dengan Asus ROG Phone: tiga ‘tombol’ ultrasonic yang berfungsi ketika sensor yang mendeteksi tekanan udara ditutup.

AeroActive Cooler Asus ROG Phone
AeroActive Cooler Asus ROG Phone

Asus menyebutnya dengan ‘Dubbed AirTriggers.’ Ada satu di sisi atas, satu di sisi bawah, dan satu lagi di sisi kiri bawah. Dalam penggunaan normal, dua sensor AirTrigger bisa dikustom untuk mengaktifkan perintah tertentu.

Fungsi Dubbed AirTriggers ini akan terasa sekali ketika dipakai untuk bermain game. Terutama yang memakai orientasi landscape. Dua sensor di sisi atas dan bawah (jadi kiri dan kanan kalau landscape,) bisa difungsikan mirip seperti tombol L dan R pada gaming console seperti Sony PlayStation.

Para mobile gamers sepertinya juga senang dengan keputusan Asus untuk tidak menggunakan desain layar dengan notch, karena sejatinya juga tidak ada gunanya juga di layar yang utamanya digunakan untuk bermain game. Justru lebih banyak mengganggunya kalau ada.

Layar Asus ROG Phone berdiagonal 6 inci berjenis AMOLED. Viewing angle-nya juga bagus. Akurasi warna di layarnya tetap bagus sampai sudut 45 derajat. Jadi anda bisa dengan mudah pamer game yang sedang anda mainkan tanpa harus memiringkannya supaya teman di samping anda bisa jadi supporter gratisan.

Tapi bukan itu yang jadi kelebihan utama layar Asus ROG Phone. Dukungan refresh rate sampai 90Hz yang membuat tampilan layarnya cerah dan hidup sekaligus responsif ketika memang diperlukan-lah yang menjadi fitur utamanya. Pengalaman main game di Asus ROG Phone akan benar-benar menyenangkan karenanya.

Secara umum, build quality ROG Phone terasa solid, nyaman digenggam, dan meskipun buat sebagian orang desain luarnya terlihat terlalu intimidatif, sulit rasanya untuk tidak memperhatikannya. Terutama ketika pengguna sudah mengatur supaya logo belakang Asus ROG Phone berubah warna, akan sangat mudah membuatnya jadi pusat perhatian.

Satu-satunya yang disesalkan dari Android gaming seharga sepeda motor ini adalah absennya fitur water resistance. Kalau melihat HP ini dibuat untuk gamer, yang biasanya, ya gitu…, perlu keamanan lebih untuk perangkatnya, jadi agak terasa kurang. Kalau bisa ditambahkan kenapa tidak?

Ow iya, satu lagi, jangan berharap ada headphone di dalam paket penjualannya. Mungkin karena Asus percaya gamer itu rata-rata punya uang dan lebih suka memakai headphone yang khusus untuk bermain game. wkwkwk…. ngeles….

Software, performa gaming, baterai

Tidak hanya dari sisi spesifikasi hardware, Asus juga menyertakan pengaturan supaya anda bisa bermain game sampai puas di HP Android untuk main game ini. Seperti yang bisa anda lihat pada fitur-fitur khusus gaming pada tampilan Game Genie.

Buat yang sudah pernah memakai Zenfone, pastinya cukup familiar dengan fitur ini.

Melalui Game Genie, anda bisa mengatur dengan cepat untuk mematikan notifikasi aplikasi lain, merekam game anda, atau membuatnya menjadi live streaming untuk anda bagikan di channel Youtube anda. Untuk merekam dan live streaming ada pilihan untuk mengatifkan kamera depan yang menampilkan wajah anda dalam bentuk PiP (picture in picture).

Sensor AirTrigger juga akan membuat anda nyaman banget main game. Tetapi tentu saja anda harus mengaturnya terlebih dahulu. Pada setting awal, game yang anda install tidak akan mengenali sensor AirTrigger ini. Anda bisa mengaturnya pada tombol on-screen yang bisa anda tap dan drag. Dan ketika anda menyentuh sensor AirTrigger, game akan merespon sesuai dengan aksi yang anda pasangkan, seperti ‘tembak,’ ‘lompat,’ atau tombol tindakan apapun yang lain.

Semua berjalan dengan baik. Hanya saja, sepertinya akan banyak pengguna, terutama yang jarinya tidak terlalu panjang, akan berharap kalau sensor AirTrigger di sisi kiri bawah (landscape) kiri atas (portrait) itu agak digeser lebih dekat ke arah sudut-nya, supaya lebih mudah dijangkau.

Ada juga Game Center, yang bisa diakses pengguna secara langsung ataupun melalui Game Genie. Di dalam Game Center ini, pengguna bisa melihat berbagai status hardware Asus ROG Phone ini, misalnya kapasitas RAM tersisa, suhu perangkat, dan juga kecepatan CPU dan GPU.

Melalui Game Center ini, pengguna juga bisa melakukan beberapa pengaturan. Mulai dari yang sekadar urusan tampilan, sampai yang memang untuk mengoptimalkan performa. Di sini, pengguna bisa mengatur tampilan logo RGB LED di back case, mengatur profile khusus untuk memainkan game tertentu, dan juga mengatur bagaimana kipas AeroActive Cooler akan bekerja. Selain itu, ada juga tombol “X Mode” yang akan meningkatkan kinerja gaming ROG Phone dengan cepat.

Dengan RAM berkapasitas 8GB digabung dengan processor Snapdragon 845 yang bekerja dengan kecepatan 3GHz, tidak heran kalau performa Asus ROG Phone ini sangat cepat. X Mode dibuat untuk memaksimalkan pemakaian seluruh resource yang ada, dengan membersihkan RAM dan mengijinkan processor bekerja sampai batas limit atasnya. Efeknya memang terasa, kecepatan meningkat, tetapi juga berarti panasnya naik juga. Dan semoga AeroActive Cooler bisa membuktikan efektivitasnya.

Emmm, mungkin saja tidak. AeroActive Cooler dirancang untuk mendisipasi panas dari bagian belakang ROG Phone. Jadinya, mau tidak mau, dia akan menutupi logo ROG. Pendingin aktif ini sendiri juga punya color-changing insignia on board sendiri, plus satu tambahan jack headphone supaya pengguna lebih nyaman.

Masih di dalam Game Center ini, pengguna dibolehkan untuk mengatur kecepatan putaran kipas secara manual, atau bisa juga ikut saja dengan pengaturan auto mode yang disediakan.

Sepertinya pengaturan auto itu paling mudah. Tetapi pada kenyataannya, sering didapati suhu Asus ROG Phone malah naik ketika dipasangkan dengan AeroActive Cooler. Mungkin karena secara tidak sengaja jari pengguna menutup lubang ventilasinya.

Sepertinya juga karena AeroActive Cooler ini hanya menempel pada body, jadi kurang efektif mengurangi panas.

Baterai

Untuk urusan baterai, anda juga bisa cukup senang. Asus ROG Phone membawa baterai berkapasitas 4000mAh. Untuk saat ini, kapasitas sebesar ini memang bukan kemewahan lagi. Tetapi sudah cukuplah untuk memberi anda waktu cukup untuk bermain game sampai puas.

Kalau anda sedang bosan main game, dan hanya menggunakan ROG Phone untuk daily driver, maka anda bisa terbebas dari charger beberapa hari. Teknologi HyperCharge dari Asus juga memungkinkan untuk mengisi ulang baterainya dengan cepat.

Kamera Asus ROG Phone

Modul Kamera Belakang Asus ROG Phone
Modul Kamera Belakang Asus ROG Phone

Untuk smartphone yang tidak menjadikan kamera sebagai selling point, kemampuan kamera Asus ROG Phone tidak mengecewakan. Bahkan bisa disebut sebagai memuaskan.

Kamera belakang ROG Phone terdiri dari dua modul. Kamera utamanya berkapasitas sensor 12MP yang dilengkapi dengan OIS untuk gambar dan video yang stabil, ditemani oleh kamera dengan sudut lebar 120 derajat dengan kapasitas 8MP. Sementara untuk kamera depannya, cukup dengan kapasitas 8MP saja.

Kalau dilihat dari sisi software-nya, kamera Asus ROG Phone ini tidak membawa sesuatu yang luar biasa. Tetapi meskipun begitu, dia masih mampu mengambil foto dan video yang bagus, saturasinya seimbang serta exposure-nya juga cukup.

Kamera utama 12MP memberi hasil jepretan yang lebih baik dibandingkan dengan kamera kedua dengan lensa bersudut lebarnya. Efek portrait dengan depth-effect yang dihasilkan juga lumayan rapi meski di beberapa sisi dengan mudah kita dapati kekuatan edge-recognition-nya kadang kurang presisi – seperti yang juga kita dapati di kamera Android yang lain; untuk kamera depannya kurang lebih juga sama, dengan hasil sedikit di bawahnya.

Ketika anda menggunakan kamera Asus ROG Phone untuk mengambil gambar normal bin biasa, dia sudah lebih dari cukup.

Yang harus selalu anda ingat adalah – terutama ketika memotret objek jarak dekat – untuk menjaga supaya pantulan logo Asus ROG di back case-nya itu tidak mengganggu.

Mobile Desktop Dock

Asus ROG Phone Mobile Desktop Dock
Asus ROG Phone Mobile Desktop Dock

Sebagai produk dengan harga premium dan pasar yang sangat spesifik, Asus juga menawarkan beberapa asesoris untuk membuat pengguna Asus ROG Phone semakin nyaman dan bisa mengambil manfaat penuh darinya.

Salah satu asesoris ROG Phone yang menarik perhatian adalah Mobile Desktop Dock-nya. Asesoris ini bisa digunakan sebagai cradle dengan orientasi landscape. Pastikan saja port yang biasa digunakan untuk AeroActive Cooler itu bisa tertancap dengan sempurna.

Ketika terpasang pada unit Mobile Desktop Dock, Asus ROG Phone akan mendapatkan banyak sekali opsi konektifitas yang baru.

Sebut saja: ada Ethernet port, beberapa port USB 3.1, HDMI, display port, dan bahkan ada port tambahan untuk kartu SD. Anda bisa menambahkan banyak sekali tambahan perangkat untuk menikmati konten multimedia dan terutama game ROG Phone dengan nyaman.

Asesoris Asus ROG Phone berupa Mobile Desktop Dock ini akan menjadi perangkat tambahan yang menyenangkan, kecuali ketika anda melihat pada label harganya yang berada di kisaran $230.

Ok, menikmati konten multimedia dan bermain game di layar yang lebih besar itu menyenangkan, tetapi juga musti dipikir ulang, apa benar-benar perlu? Kenapa tidak menggunakan gaming console beneran saja?

Tapi, tunggu, apakah ini benar-benar layak beli?

Ya, ini layak banget anda beli.

Ok, untuk anda yang inginnya bermain game di Android sampai puas, tampaknya memang kurang bermanfaat. Tetapi jika anda adalah orang yang terbiasa lebih memilih beli kartu VGA terbaru daripada bayar iuran BPJS, pilih upgrade HDD ke SSD daripada membeli lampu hias untuk 17an, pilih beli mouse dan headset gaming daripada bayar SPP kuliah, anda tahu, Asus ROG Phone ini dirancang buat anda.

Dan keputusan Asus untuk mulai fokus pada smartphone untuk mobile gaming ini bisa anda artikan, bahwa kedepannya, Asus siap menjadikan platform ROG Phone sebagai masa depan mereka. Asus akan sangat serius di sini, dan pelan-pelan meninggalkan Zenfone dan menjadikannya produk dari sejarah mereka sendiri.

Ok, Asus ROG Phone ini bukan smartphone murah, dan masih ada beberapa hal untuk anda komplain, terutama ketika anda membandingkannya dengan smarphone flagship yang ‘normal’ dari produsen lain macam Samsung, LG, Sony, atau Apple.

Penampakannya yang super sangat mungkin membuat anda enggan memilikinya karena khawatir akan menjadi pusat perhatian dalam waktu singkat. Tetapi kinerja, fitur, dan kekhasan desainnya akan membuat anda menyesal karena telah melewatkannya begitu saja.

Kalau anda punya anggaran lebih untuk memiliki smartphone Android dengan kemampuan gaming sungguhan, dan terlebih lagi tidak ragu untuk menguras rekening beberapa ratus dollar lagi untuk tambahan asesoris macam Mobile Desktop Dock, TwinView Dock extra-screen, Gamevice console contrlos, atau WiGig Dock wireless-display, Asus benar-benar mempersembahkan Asus ROG sebagai pilihan terbaik anda yang siap memberi anda pengalaman mobile gaming ke level berikutnya.

Jadi, silahkan beli Asus ROG Phone kalau:

anda sungguhan memang gamer yang tidak ragu membelanjakan uang demi perangkat mobile gaming yang tangguh, desain khas, dan nyaman banget memainkan game.

Jangan membelinya, kalau:

anda menginginkan smartphone yang tipis, ramping, tampilan layar penuh, punya fitur water-resistance, kinerja seimbang antara gaming, multitasking, kamera, dan baterai.

Kalau seperti itu, anda cukup beli smartphone flagship terbaru saja. Terserah dari siapa. Samsung, LG, Xiaomi, Huawei, Sony, atau Google. Itu sudah cukup buat anda.

Asus ROG Phone itu hanya untuk orang-orang tertentu saja.

disclaimer: foto dan artikel ini adalah terjemahan dengan perubahan dari: Android Police.

Dimana beli Asus ROG Phone di Indonesia?

Sudah banyak kog yang menjual ROG Phone di Indonesia.

Silahkan langsung beli atau cek harga terbarunya di:

tertarik dengan teknologi, gadget, internet, astronomi, anthropologi, sedikit politik, pendidikan, dan bisnis online

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Index