5 Merk Laptop Gaming Terbaik Buat Kamu Yang Ngakunya Gamer!

Tidak semua merk laptop dikenal sebagai merk laptop gaming. Meskipun sepertinya semua merk laptop punya lini produk yang dibuat khusus untuk para gamer – kecuali Apple.

Pergeseran trend mobile gaming dengan perangkat smartphone akhir-akhir ini hanya sedikit mengubah peta persaingan merk laptop gaming dengan produk terbaik mereka.

Pasar perangkat gaming yang beririsan konsumennya ini membuat berbagai merk laptop gaming tidak harus melihat pasar mobile gaming sebagai pesaing – justru sebagai peluang pasar yang baru.

Sehingga tidak mengherankan bila beberapa produsen smartphone gaming juga punya akar sebagai produsen laptop gaming terbaik. Seperti ROG dan Ally dari Asus, Legion Phone dari Lenovo, Razer Phone dari Razer.

Perubahan trend laptop gaming

Trend laptop gaming sendiri terus menerus berubah dan berkembang mengikuti kebutuhan para gamer.

Beberapa tahun lalu, laptop yang dilengkapi dengan GPU diskrit secara umum langsung diberi sebutan laptop gaming. Sekarang segmentasinya lebih spesifik lagi.

Meskipun laptop seri “biasa” juga banyak yang bisa diajak main game tipis-tipis, tetapi seri gaming punya fitur-fitur khusus supaya pengalaman main game pengguna bisa lebih maksimal.

Selain processor, GPU, RAM, dan SSD kelas atas, laptop gaming biasanya juga dilengkapi dengan:

  • sistem pendingin yang bagus
  • charger dengan power delivery yang optimal
  • port konektor yang super lengkap
  • opsi upgrade yang leluasa
  • garansi yang lebih lama dengan coverage yang cukup luas

Jika tidak ingin kehilangan sebutan sebagai merk laptop gaming terbaik tentunya masing-masing vendor menjaga penuh supaya fitur-fitur yang paling dicari gamer tadi hadir di lini laptop gaming yang dirilis.

Saat ini, ada tambahan syarat refresh rate layar minimal 144Hz barulah sebuah laptop tidak akan dibully rame-rame jika vendor merilisnya dengan sebutan gaming laptop.

Ketika sekarang trend gamer yang nyambi bikin konten untuk Youtube atau aktif menjadi streamer makin banyak, maka hampir semua vendor laptop mulai menyasar pengguna seperti ini, dengan merilis laptop gaming (CPU dan GPU kencang) plus layar yang tidak hanya punya refresh rate tinggi, tapi juga punya color gamut minimal 100% sRGB.

Pada laptop gaming kelas menengah, mulai bisa ditemukan ada yang hadir dengan port Thunderbolt 4, sehingga – jika diperlukan – pengguna bisa menambahkan GPU External untuk menambah performa grafis laptop gaming mereka.

baca juga: Ini Spesifikasi Laptop Untuk Desain Grafis Yang Ideal

5 Merk Laptop Gaming Terbaik Untuk Gamer dan Streamer

Hampir semua merk laptop memiliki seri yang dikhususkan untuk lini laptop gaming mereka. Berikut ini adalah 5 merk laptop gaming yang paling umum dikenal gamer di Indonesia.

Asus ROG dan TUF

Sampai beberapa tahun lalu, laptop gaming itu identik banget dengan ROG. Pada sebagian orang, nama ROG bahkan dianggap lebih besar dari nama Asus. Sampai kemudian vendor laptop lain juga gencar merilis varian laptop gaming mereka di Indonesia.

Asus mulai memakai nama ROG (Republic of Gamers) sejak tahun 2006. Sudah lama banget tuh….

Laptop gaming Asus ROG dikenal memiliki spesifikasi, fitur, dan harga yang seimbang. Itu sebabnya varian yang mereka rilis juga relatif banyak untuk setiap serinya.

Asus ROG juga memiliki desain yang khas dengan aksen warna merah menyala. Ini agak berubah pada beberapa varian Zephyrus yang mulai bergeser ke warna netral. Mungkin untuk meluaskan pasar, supaya bisa diterima mereka yang ingin pakai ROG sekalian untuk ngantor atau kuliah.

Tidak semua orang nyaman menjadi pusat perhatian dengan laptop yang ramai dengan aksesn RGB dimana-mana.

Selain ROG, Asus juga memiliki satu lini laptop yang ditempatkan untuk mengisi gap antara laptop konsumer dengan laptop gaming. Mereka menamainya dengan sebutan Asus TUF (The Ultimate Force) yang dibagi lagi menjadi TUF Gaming dan TUF DASH. Mereka memulai seri ini sejak tahun 2010.

Strategi branding yang dilakukan Asus ini juga digunakan oleh vendor lain sebagai upaya menjadi merk laptop gaming terbaik.

Anda bisa membeli Asus ROG mulai dari harga 17 jutaan sampai 64 jutaan. Tinggal kompromikan isi tabungan dengan kebutuhan saja. Kalau tidak cukup, coba lirik versi TUF saja. Silahkan cek di Tokopedia gih.

Asus TUF, baik yang gaming maupun yang DASH, dijual dengan harga yang relatif terjangkau. Kalau dibandingkan dengan spesifikasi dan fitur-fitur-nya sih, malah bisa dibilang murah.

Anda bisa beli Asus TUF series mulai dari harga 12.5 jutaan sampai 17 jutaan saja. Penasaran?

Coba cek di Tokopedia atau Shopee gih.

Lenovo Legion dan IdeaPad Gaming

Lenovo mulai dengan serius menggarap pasar laptop gaming pada tahun 2017 dengan merilis Lenovo Legion Y520 dan Legion Y720. Keduanya memakai processor yang sama, Intel Core i7-7700HQ. Bedanya, Y520 pakai GTX 1050 Ti atau GTX 1060, sementara Y720 menggunakan GTX 1060 6GB.

Pasar laptop gaming menerima dengan sangat baik kehadiran Legion. Sehingga dominasi Asus ROG mulai terganggu.

Lenovo Legion lebih banyak dikenal sebagai laptop gaming yang tampilannya kalem tanpa banyak berusaha terlihat gahar.

Soal spesifikasi dan fitur-fitur, tidak terlalu banyak bisa dilebih-kurangkan ketika dibandingkan dengan merk laptop gaming yang lain. Wajar sih, semua berusaha menawarkan yang terbaik dari harga yang diberikan.

Yang disetujui oleh hampir semua penggunanya adalah bahwa Lenovo Legion ini memiliki sistem pendingin yang relatif lebih baik dibandingkan dengan para pesaing. Mungkin ini terjadi hanya pada seri tertentu saja.

Yang pasti, meskipun Lenovo Legion ini seri gaming, tapi keyboard-nya tetap enak digunakan. Terlebih dengan penempatan tombol panah yang sedikit keluar dari kelompoknya dengan ukuran yang tidak dikecil-kecilkan itu. Saya suka – pakai banget.

Belakangan, Lenovo mengikuti langkah Asus dengan TUF-nya, untuk juga merilis seri laptop ‘antara’ berupa seri IdeaPad Gaming.

Di pasaran, Anda bisa membeli Lenovo Legion mulai dari harga 18 jutaan sampai 47 jutaan. Sementara seri IdeaPad Gaming bisa didapatkan mulai dari 12.499 juta sampai 18,5 juta. Segmen harganya terlihat beda banget kan?

Coba cek di Tokopedia atau Shopee gih.

HP Omen dan Victus

Untuk pengguna laptop yang bukan gamer, nama ROG dan Legion rata-rata lebih dikenal – meski mungkin hanya sekadar pernah tahu. Sementara laptop gaming HP Omen ini seperti sama sekali diluar radar. Dibandingkan dengan Asus ROG, HP memang rada terlambat masuk ke pasar ini.

Sampai November 2014, HP tidak memiliki lini produk laptop gaming yang definitif. Sebelumnya, HP lebih fokus untuk mengembangkan lini desktop gamingnya.

Tidak mendadak.

Karena rupanya HP mempersiapkan kehadiran OMEN dengan baik. Semacam menggeser arah perusahaan yang sebelumnya fokus produk gaming dari PC ke laptop.

Jadi, sebelum November 2014 itu, nama Omen selalu bersanding dengan nama Voodoo dalam jajaran HP gaming PC Voodoo Omen.

Nama Voodoo sendiri sebenarnya adalah brand PC gaming yang dibeli HP pada 2006.

Jadi perlu waktu sekitar 8 tahun bagi HP untuk menggeser fokus lini dekstop gaming ke laptop gaming.

Versi pertama HP Omen ini masih terasa Voodoo banget, seperti yang bisa dilihat dari logo bergaya tribal yang digunakan.

Baru di tahun 2020, logo HP Omen ini menggunakan bentuk yang sederhana tapi tetap “bold” yaitu bujur sangkar yang dimiringkan 45 derajat.

baca juga: Harga dan Spesifikasi HP Victus 16 E0084AX Laptop Gaming 20 Jutaan Dengan Ryzen 7 5800H dan RTX 3060

Dari yang tampak, rata-rata laptop gaming HP Omen memiliki desain yang cukup kalem – dibanding rata-rata desain ROG sih…. Soal harga, selama spesifikasi dan fiturnya setara, harga yang dipatok juga tidak terlalu jauh berbeda.

Sama seperti Asus dan Lenovo, HP juga merilis laptop “pemain tengah” yang diberi nama HP Pavillion Gaming.

Strateginya sama, mengisi celah harga antara laptop konsumer dan laptop gaming si HP OMEN ini.

Di tahun 2020 kemarin, seri Pavillion Gaming diubah namanya menjadi Victus by HP. Ini upaya membangun branding yang bagus. Jadi lebih mudah diingat dan dikenali konsumen.

Dari sisi desain, Victus terasa lebih Omen dibandingkan dengan Pavillion Gaming. Mulai dari layout keyboard, penempatan port, desain casing belakang layar sampai penutup bawah bodi utamanya.

Pavillion gaming masih berusaha terlihat garang dengan desain yang sedikit nyeleneh. Sementara Victus dan Omen kalem-kalem saja.

Anda bisa mendapatkan laptop gaming terbaik HP Omen di rentang harga yang tidak terlalu luas, hanya sekitar 10 jutaan. Yang palling murah 21 jutaa, sementara yang paling tinggi 31 jutaan.

Demikian juga dengan adiknya – HP Victus. Anda bisa mendapatkan laptop gaming terbaik HP Victus paling murah di harga 17 sampai 20 jutaan saja.

Beberapa orang mengatakan bahwa HP kadang tidak adil dengan spesifikasi yang dibawa laptop Vitus dan OMEN.

Seri laptop Vitus dan Omen yang datang dengan processor Intel cenderung datang dengan layar yang lebih baik -144hz dengan minimal 80% sRGB. Mereka komplain bahwa layar laptop gaming HP Omen mereka kualitasnya njomplang dengan yang dibawakan untuk varian yang menggunakan Intel.

MSI

Dibandingkan dengan vendor lain, bisa dibilang bahwa sebenarnya laptop yang paling “gaming” ya MSI ini. Perusahaan komputer yang berasal dari Taiwan yang berdiri sejak 1986 ini pada awalnya lebih dikenal sebagai perusahaan penghasil motherboard dan kartu grafis untuk PC.

Latar belakangnya sebagai salah satu produsen kartu grafis terkemuka memudahkan langkah MSI menjadi merk laptop gaming dengan fans yang solid.

Di tahun 2016, MSI sudah menjadi merk laptop gaming terbaik dengan jumlah pengiriman yang paling banyak digunakan di dunia.

Dan sejak itu, MSI atau Micro Star International sangat aktif menjadi sponsor berbagai event esport, baik sebagai sponsor event maupun sponsor dari tim-tim yang bagus.

Di Indonesia nama MSI memang seperti kalah pamor dari vendor laptop mainstream lainnya. Bisa jadi ini disebabkan oleh promosi yang belum maksimal.

Tidak seperti Asus, Lenovo, HP, atau Acer yang sangat getol menguatkan branding lini gaming laptop mereka dengan hanya fokus di satu atau dua seri.

MSI memilih jalan berbeda. Mereka punya banyak sekali varian laptop gaming. Sebut saja Raider GE, Stealth GS, Vector GP, Crosshair / Pulse GL, Katana GF, Bravo, dan Delta diantaranya.

baca juga: 5 Pilihan Laptop Desain Grafis Dibawah 10 Juta Paling Worth It

Acer Nitro dan Predator

Sampai saat ini, Acer masuk dalam lima vendor perangkat komputer di dunia. Perusahaan komputer asal Taiwan yang sudah mulai menjalankan usaha sejak 1976 ini namanya cukup dikenal di Indonesia. Produk laptop mereka cukup beragam, mulai dari kelas entry sampai bisnis dan tentu saja gaming.

Lini produk laptop gaming Acer terdiri dari dua nama, Nitro dan Predator.

Acer Nitro diposisikan sebagai laptop gaming terjangkau di level harga 12 sampai 20 jutaan, sementara Predator berada di kelas lebih tinggi. Varian terendah Acer Predator berada di level harga 20 jutaan dengan varian yang paling tinggi sampai di harga 80 jutaan.

Acer membagi varian Predator menjadi 3 varian lagi.

Predator Helios ditempatkan sebagai laptop gaming kelas menengah yang lebih mengedepankan perbandingan performa dengan harga.

Predator Triton berada diatasnya dengan memberikan inovasi dan fitur-fitur kelas atas seperti refresh rate layar 300Hz serta desain yang lebih tipis dan futuristik.

Dan adalagi Predator X sebagai varian tertinggi dengan fitur dan spesifikasi yang bagi sebagian kalangan terlihat lebih sebagai produk experimental yang mendahului masanya.

Selain mereka berlima, masih ada beberapa merk laptop gaming terbaik yang juga sangat bisa diperhitungkan. Seperti Dell Alienware dan juga Razer. Dua merk ini terhitung sangat besar namanya dalam dunia laptop gaming. Sayangnya, kedua nama ini kurang dikenal di Indonesia.

Bagikan merk laptop gaming terbaik jagoan Anda di kolom komentar gih. Kita diskusi di sana.

tertarik dengan teknologi, gadget, internet, astronomi, anthropologi, sedikit politik, pendidikan, dan bisnis online

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Index